JENEPONTO, 28 Oktober 2026 – Murid Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Jeneponto turut memeriahkan Festival Literasi Jeneponto Tahun 2026 melalui penampilan seni tari dan musik akustik dalam kegiatan Pemberian Penghargaan Gerakan Budaya Gemar Membaca, Rabu (28/10/2026), di Taman HV Worang, Kabupaten Jeneponto.
Festival Literasi Jeneponto 2026 diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto melalui kegiatan Pembudayaan Gemar Membaca Tingkat Daerah Kabupaten/Kota. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Oktober 2026, sebagai bagian dari upaya mendorong tumbuhnya budaya literasi di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, murid MAN Jeneponto yang tergabung dalam Sanggar Seni Mattewakkang menampilkan tari berjudul “Tunu”. Penampilan ini dibawakan oleh lima penari, yakni Nuny Hervhina (XII.2), St. Nur Hafidzah Auliyah (XI.1), Nihra Wulandari (XI.5), Nur Falizah May Saputri (XI.8), dan Zheisa Rani Anastasya (XI.7). Penampilan mereka dipersiapkan di bawah arahan pelatih sekaligus pembina sanggar yakni Khaerunnisa Jamal, S.Pd.
Melalui gerak tari yang ditampilkan, para murid menunjukkan kreativitas, kekompakan, serta semangat dalam melestarikan seni dan budaya daerah. Kehadiran Sanggar Seni Mattewakkang menjadi salah satu bentuk kontribusi MAN Jeneponto dalam mendukung pengembangan bakat dan potensi murid di bidang seni.
Selain tari, MAN Jeneponto juga menghadirkan penampilan musik akustik yang dibimbing oleh A. Esraini, S.Pd. Penampilan ini melibatkan dua murid, yaitu Suci Sulistiawati (X.6) dan M. Nur Reski SR (XI.4), yang turut memberikan warna tersendiri dalam rangkaian kegiatan festival.
Partisipasi murid MAN Jeneponto dalam Festival Literasi Jeneponto 2026 tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga menunjukkan bahwa pengembangan literasi dapat berjalan beriringan dengan apresiasi terhadap seni dan budaya. Literasi tidak terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan berekspresi, berkarya, serta memahami nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, MAN Jeneponto terus mendorong murid untuk berani tampil, mengembangkan kreativitas, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan positif di tingkat daerah. Semangat tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan generasi madrasah yang berprestasi, berkarakter, serta mencintai seni dan budaya lokal.
Kontributor : Dyah